Yes, my head is unsleepable
my mind is unsleepable
my heart is unsleepable
Pikiran saya terus melayang jauh, terlalu jauh untuk bisa dipahami keberadaannya.
Petunjuk yang ditinggalkan hanyalah halhal yang sudah berlalu, halhal yang seharusnya sudah tertulis dibuku kenangan, dibungkus rapi dan disimpan di loteng rumah.
Tapi darimana asalnya pikiran yang membuat saya membenci waktu tidur ini?Saya tidak menginginkannya, saya tidak memesannya. Lalu siapa?
Alam bawah sadar atau dia?
Dia, Kehadirannya yang membawa kembali ingatan saya di masa lalu, seakan baru terjadi kemarin Sabtu.
Saya benci mengulangulang, saya benci merasakan lagi. Saya tidak suka tapi mengapa terus melekat di pikiran?
Seakan saya tidak punya hal lain untuk dipikirkan. Seakan saya menyimpan rahasia yang terlalu menyakitkan untuk dibagi dan terlalu banyak untuk disimpan sendiri.
Saya ingin berjalan bebas, melenggang dengan leluasa. Merasakan keindahan dari hal yang sudah berlalu dan tak mungkin kembali. Melepaskan beban pikiran yang membelenggu akhirakhir ini dan mencoba untuk memberi semangat pada diri sendiri agar bisa bangkit dan tetap berjalan tegak.
Saya harap kamu membaca tulisan ini dan memaafkan saya.
Saya pun sakit dan perih. Saya tahu dan kamu juga tahu.
Maaf.
4 Comments
November 28, 2008 at 22:35
Lagi CLBK ya Ca?
ehm..ehm..
November 28, 2008 at 22:35
Cinta Lapuk Bapuk Kembali, Van..
Yang lalu biarlah berlalu..
gyaaa…
December 24, 2008 at 22:35
Siyal.
Tidak seharusnya gw membaca tulisan yang satu ini sekarang. Sikon sangat tidak kondusif. Mungkin seharusnya.. err.. limapuluhtahun lagi?
*SIGH!*
December 24, 2008 at 22:35
Gyahahahahahha, Nilaammmmmmm!!!!!!!!