Rasanya seperti ditikam dari belakang saat kamu lengah.
Rasanya seperti diinjak kuda pejantan Australia lalu ditarik keliling lapangan Olimpiade.
Rasanya seperti membenturkan kepala ke meja kaca lalu direndam kedalam perasan jeruk nipis.
Rasanya seperti menyatakan cinta 3 kali namun ditolak 10 kali.
Rasanya seperti berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baikbaik saja, namun kamu tahu, semua tidak akan baikbaik saja.
Rasanya seperti tenggelam dalam kegelapan tanpa cahaya setitik pun, dan saya takut gelap.
Rasanya seperti menyayat kembali luka yang belum sembuh betul.
Rasanya seperti menanti kereta api tanpa jadwal sendirian di tengah malam.
Rasanya seperti perasaan saya saat ini.
Rasanya tak enak dan mengganjal.
Rasanya saya benar tapi mengapa selalu dipersalahkan.
Rasanya sudah cukup menangis dimalammalam yang lalu.
Rasanya saya tahu betul perasaan apa ini.
Rasanya ingin menghapus dan memulai yang baru.
Tapi saya tak punya kuasa.
Karena Dia-lah Penguasa Segala-Nya.
Kamar yang setia di Singapura,
Tuesday, June 15, 2010
02:31
Untuk kamu yang selalu membaca tulisan hati saya.